![]() |
| Rifqinizamy Karsayuda |
Dalam demokrasi liberal, menurut Rifqinizamy Karsayuda peran kuat
pemerintah sangat dibutuhkan. Adanya BBM turun? memang
kalau kita bandingkan dengan masa pemerintahan Pak SBY memang BBM sama sekali
tidak turun malah mengalami kenaikan, di awal pemerintahannya Pak Jokowi sudah
membuat gebrakan dengan langsung menaikan harga BBM, hal ini tentu membuat
banyak kontroversi mewarnainya, kontroversi yang paling kentara adalah disaat
harga minyak dunia turun kok malah BBM di Indonesia mengalami kenaikan? Tapi
dengan alasan bahwa tingkat konsumtif yang terlalu tinggi maka subsidi BBM ini
akan lebih dialihkan ke hal-hal yang lebih produktif. Begitu, alasan yang
paling mendasari pemerintah untuk tetap menaikan harga BBM.
Siapa
Rifqinizamy
Karsayuda
Rifqinizamy Karsayuda merupakan orang yang paham betul tengan proses Kenaikan
BBM ini. tentunya
sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan khususnya untuk
masyarakat, apalagi kalau bukan harga kebutuhan hidup yang kian melonjak? Moda
transportasi, bahan pangan sampai hal-hal yang bersifat hiburanpun turut
mengalami kenaikan.
Dari banyaknya gejolak yang terjadi pemerintah mungkin
melakukan pengkajian ulang terhadap kenaikan BBM tersebut apalagi dengan adanya
kabar bahwa harga minyak dunia yang kian mrosot, terhitung dua kali
pemerintahan Pak Jokowi menurunkan harga BBM, turunnya harga BBM ini tentu
sedikit melegakan masyarakat kecil, tren positif akan nama Jokowi-pun juga
mengiringinya, katanya.
Untuk demokrasi
liberal di indonesia
Tapi, menurut RifqinizamyKarsayuda apakah dengan turunnya harga BBM ini serta merta
langsung berpengaruh terhadap turunnya harga kebutuhan pokok hidup yang lain? Jawabnya
tentu tidak. Kenapa? Sebagai contoh kecil mari kita tengok kebutuhan pangan,
sebagai mahasiswa yang tinggal di Jogja tentunya sudah sangat akrab dengan apa
yang disebut itu Warung “Burjo” ingat
warung burjo tentu ingat gorengan, yuk kita lihat apakah harga gorengan di
burjo ikut turun? Sebagai mahasiswa dengan kantong cekak pula tentu sudah hafal
jawabnya tentu tidak lagi, masih kuat diingatan sebelum mengalami kenaikan BBM
harga gorengan masih seribu dapat dua, sekarang?
Rifqinizamy Karsayuda Kalaupun harganya tetap tapi irisannya sudah berubah
menjadi kian tipis. Lain lagi dengan tarif angkutan umum yang sudah membumbung
tinggi dan kini seolah mereka lupa daratan dengan enggan menurunkan tarifnya
lagi, Kementrian Perhunbungan Republik Indonesia, sebagai otoritas yang
berwenang mengaturnya banyak memperoleh kritikan pedas akan adanya hal ini.
Ternyata tak hanya kenaikan harga BBM saja yang menyebabkan polemik tapi
penuran harga BBM-pun sama, sama-sama menimbulkan polemik.
Terlepas dari
banyaknya polemik baru yang bermunculan, menuru Rifqinizamy Karsayuda Pemerintah tentu sudah
memperhitungkan segalanya, baik-buruknya pun tentu sudah dikaji. Sebagai warga
negara yang baik tentunya kita wajib mendukung kebijakan-kebijakannya asal itu
untuk kebaikan, tapi lagi-lagi Pemerintah juga wajib mendengarkan suara rakyat.
Bukankah, janji kalian akan bekerja untuk rakyat?

