Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI
Jakarta, adalah anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Ir. Haditirto
Djoyodirdjo dan Etty Artiadi. Fayakhun berasal dari keluarga pekerja keras. Di
usia 23 tahun, ia mengabdikan diri sebagai dosen jurusan Elektro, Fakultas
Teknik Universitas Semarang. Politisi muda yang sekarang menjadi anggota DPR RI
ini semenjak kecil telah terbiasa berprestasi dan mengikuti berkembangan zaman.
Selain sibuk di dunia politik, Fayakhun masih menyempatkan diri berbagi
pemikiran melalui tulisan-tulisannya. Beberapa tulisannya membahas mengenai
“teknologi” yang menjadi salah satu bidang keahliannya.
Dalam salah satu bukunya yang berjudul
“Demokrasi di Tangan Netizen”, Fayakhun Andriadi membahas mengenai wajah Janus
dalam dunia teknologi digital. Namun, siapa atau apakah sebenarnya yang disebut
dengan Janus itu? Janus adalah nama salah satu dewa dalam mitologi Yunani.
Dalam mitologi Yunani, Janus digambarkan sebagai sosok yang memiliki wajah
ganda: depan dan belakang. Ia memiliki dua wajah yang sama persis namun
posisinya berkebalikan; satu wajah menghadap ke depan, satu lagi menghadap ke
arah punggungnya.
Janus merupakan sosok dewa yang dikenal luas
dan dianggap sesuai dengan perbincangan mengenai peradaban manusia. Janus
dikenal sebagai dewa gerbang. Ia adalah sosok dewa yang menjadi simbol
perubahan. Perpindahan atau perubahan sebuah peradaban juga seringkali
disimbolkan dengan sosok ini. Ia menjadi sosok yang sangat penting dalam
pantheon Romawi. Dewa ini biasanya menjadi nama yang disebut pertama kali
ketika berdoa. Masyarakat Romawi sangat mengkultuskan sosok satu ini.
Dalam mitologi Romawi, Janus bertugas menjaga
pintu gerbang. Dengan dua wajah yang ia miliki, Janus bisa melihat dua sisi
dalam waktu yang bersamaan. Dalam satu waktu, Janus bisa melihat segala sesuatu
yang berlangsung di luar sekaligus mengamati apa saja yang sedang terjadi di
dalam. Di pintu gerbang yang dijaganya, Janus mampu menjalankan dua tugas secara
bersaman. Ia dapat melihat ke luar, dan dalam waktu bersamaan ia bisa sembari
mengamati apa yang sedang berlangsung di dalam. Di tangannya, Janus memegang
kunci pintu gerbang.
fayakhun andriadi Sebagai sebuah simbol, Janus sangat menarik
dan penuh makna. Ia menjadi representasi sebuah perubahan, tranformasi, atau
transisi. Gerbang yang dijaganya merupakan simbol pintu masa lalu menuju masa
depan. Melalui gerbang yang dijaga oleh Janus itulah akan terjadi perubahan
untuk memasuki era selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar