Kamis, 15 Juni 2017

Fayakhun Andriadi: Wajah Teknologi Digital

Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, adalah anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Ir. Haditirto Djoyodirdjo dan Etty Artiadi. Fayakhun berasal dari keluarga pekerja keras. Di usia 23 tahun, ia mengabdikan diri sebagai dosen jurusan Elektro, Fakultas Teknik Universitas Semarang. Politisi muda yang sekarang menjadi anggota DPR RI ini semenjak kecil telah terbiasa berprestasi dan mengikuti berkembangan zaman. Selain sibuk di dunia politik, Fayakhun masih menyempatkan diri berbagi pemikiran melalui tulisan-tulisannya. Beberapa tulisannya membahas mengenai “teknologi” yang menjadi salah satu bidang keahliannya.

Dalam salah satu bukunya yang berjudul “Demokrasi di Tangan Netizen”, Fayakhun Andriadi membahas mengenai wajah Janus dalam dunia teknologi digital. Namun, siapa atau apakah sebenarnya yang disebut dengan Janus itu? Janus adalah nama salah satu dewa dalam mitologi Yunani. Dalam mitologi Yunani, Janus digambarkan sebagai sosok yang memiliki wajah ganda: depan dan belakang. Ia memiliki dua wajah yang sama persis namun posisinya berkebalikan; satu wajah menghadap ke depan, satu lagi menghadap ke arah punggungnya.

Janus merupakan sosok dewa yang dikenal luas dan dianggap sesuai dengan perbincangan mengenai peradaban manusia. Janus dikenal sebagai dewa gerbang. Ia adalah sosok dewa yang menjadi simbol perubahan. Perpindahan atau perubahan sebuah peradaban juga seringkali disimbolkan dengan sosok ini. Ia menjadi sosok yang sangat penting dalam pantheon Romawi. Dewa ini biasanya menjadi nama yang disebut pertama kali ketika berdoa. Masyarakat Romawi sangat mengkultuskan sosok satu ini.
Dalam mitologi Romawi, Janus bertugas menjaga pintu gerbang. Dengan dua wajah yang ia miliki, Janus bisa melihat dua sisi dalam waktu yang bersamaan. Dalam satu waktu, Janus bisa melihat segala sesuatu yang berlangsung di luar sekaligus mengamati apa saja yang sedang terjadi di dalam. Di pintu gerbang yang dijaganya, Janus mampu menjalankan dua tugas secara bersaman. Ia dapat melihat ke luar, dan dalam waktu bersamaan ia bisa sembari mengamati apa yang sedang berlangsung di dalam. Di tangannya, Janus memegang kunci pintu gerbang.


fayakhun andriadi Sebagai sebuah simbol, Janus sangat menarik dan penuh makna. Ia menjadi representasi sebuah perubahan, tranformasi, atau transisi. Gerbang yang dijaganya merupakan simbol pintu masa lalu menuju masa depan. Melalui gerbang yang dijaga oleh Janus itulah akan terjadi perubahan untuk memasuki era selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar