Selasa, 27 September 2016

Rifqinizamy Karsayuda memandang demokrasi liberal di indonesia

Rifqinizamy Karsayuda memandang demokrasi liberal di indonesia
Rifqinizamy Karsayuda


Dalam demokrasi liberal, menurut Rifqinizamy Karsayuda peran kuat pemerintah sangat dibutuhkan. Adanya BBM turun? memang kalau kita bandingkan dengan masa pemerintahan Pak SBY memang BBM sama sekali tidak turun malah mengalami kenaikan, di awal pemerintahannya Pak Jokowi sudah membuat gebrakan dengan langsung menaikan harga BBM, hal ini tentu membuat banyak kontroversi mewarnainya, kontroversi yang paling kentara adalah disaat harga minyak dunia turun kok malah BBM di Indonesia mengalami kenaikan? Tapi dengan alasan bahwa tingkat konsumtif yang terlalu tinggi maka subsidi BBM ini akan lebih dialihkan ke hal-hal yang lebih produktif. Begitu, alasan yang paling mendasari pemerintah untuk tetap menaikan harga BBM.

Siapa Rifqinizamy Karsayuda

Rifqinizamy Karsayuda merupakan orang yang paham betul tengan proses Kenaikan BBM ini. tentunya sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan khususnya untuk masyarakat, apalagi kalau bukan harga kebutuhan hidup yang kian melonjak? Moda transportasi, bahan pangan sampai hal-hal yang bersifat hiburanpun turut mengalami kenaikan.

Dari banyaknya gejolak yang terjadi pemerintah mungkin melakukan pengkajian ulang terhadap kenaikan BBM tersebut apalagi dengan adanya kabar bahwa harga minyak dunia yang kian mrosot, terhitung dua kali pemerintahan Pak Jokowi menurunkan harga BBM, turunnya harga BBM ini tentu sedikit melegakan masyarakat kecil, tren positif akan nama Jokowi-pun juga mengiringinya, katanya.

Untuk demokrasi liberal di indonesia

Tapi, menurut RifqinizamyKarsayuda apakah dengan turunnya harga BBM ini serta merta langsung berpengaruh terhadap turunnya harga kebutuhan pokok hidup yang lain? Jawabnya tentu tidak. Kenapa? Sebagai contoh kecil mari kita tengok kebutuhan pangan, sebagai mahasiswa yang tinggal di Jogja tentunya sudah sangat akrab dengan apa yang disebut itu Warung “Burjo” ingat warung burjo tentu ingat gorengan, yuk kita lihat apakah harga gorengan di burjo ikut turun? Sebagai mahasiswa dengan kantong cekak pula tentu sudah hafal jawabnya tentu tidak lagi, masih kuat diingatan sebelum mengalami kenaikan BBM harga gorengan masih seribu dapat dua, sekarang?

Rifqinizamy Karsayuda Kalaupun harganya tetap tapi irisannya sudah berubah menjadi kian tipis. Lain lagi dengan tarif angkutan umum yang sudah membumbung tinggi dan kini seolah mereka lupa daratan dengan enggan menurunkan tarifnya lagi, Kementrian Perhunbungan Republik Indonesia, sebagai otoritas yang berwenang mengaturnya banyak memperoleh kritikan pedas akan adanya hal ini. Ternyata tak hanya kenaikan harga BBM saja yang menyebabkan polemik tapi penuran harga BBM-pun sama, sama-sama menimbulkan polemik.


 Terlepas dari banyaknya polemik baru yang bermunculan, menuru Rifqinizamy Karsayuda Pemerintah tentu sudah memperhitungkan segalanya, baik-buruknya pun tentu sudah dikaji. Sebagai warga negara yang baik tentunya kita wajib mendukung kebijakan-kebijakannya asal itu untuk kebaikan, tapi lagi-lagi Pemerintah juga wajib mendengarkan suara rakyat. Bukankah, janji kalian akan bekerja untuk rakyat?   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar